Jabodetabek dan DIY Terapkan PPKM Level 2, Surabaya Level 1

General
Admin, October 19, 2021

ppkm jawa bali.jpg

Sejumlah kota besar di Jawa dan Bali mulai turun level selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 November mendatang.

Wilayah Jabodetabek, kecuali Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor, kini menerapkan level 2. Selain Jabodetabek, beberapa kota besar lain yang mulai turun ke level dua, yakni enam kabupaten kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sedangkan, Kota Surabaya turun dua level ke level 1, setelah sepekan sebelumnya di level 3.

Hal itu tertuang di Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3-1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang diteken per Senin (18/10).

"Untuk wilayah kabupaten/kota dengan kriteria level 2, yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul," ucap Tito dalam Inmendagri dikutip Selasa (19/10).

Dalam perpanjangan PPKM Level 2, pemerintah mulai melonggarkan sejumlah aktivitas masyarakat dalam skala besar. Baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun hiburan.

Di sektor pendidikan, wilayah dalam perpanjangan PPKM Level 2 diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka dengan kapasitas maksimal mencapai 50 persen. Kapasitas tersebut juga berlaku untuk pekerjaan di sektor non-esensial, dengan syarat telah divaksinasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sedangkan di sektor ekonomi seperti pasar dan pusat perbelanjaan, diizinkan dibuka hingga pukul 21.00 WIB, dengan kapasitas 75 persen. Termasuk bagi pedagang kaki lima, kelontong, pangkas rambut, hingga laundry.

Tempat makan, restoran, kafe juga diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIB, dengan kapasitas 50 persen, makan di tempat 60 menit. Dan bagi pengunjung harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit," demikian bunyi Inmendagri.

Selain itu, pemerintah juga telah mengizinkan anak-anak masuk ke area hiburan dan bioskop di pusat perbelanjaan. Mereka harus didampingi orang tua.

"Tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing."

× Apakah ada yang bisa kami bantu?