Sertifikasi 27001 Terhadap Fintech (Pinjaman Online)

Services
Admin, September 14, 2019

Daftar

Fintech Pinjaman Online Terdaftar di OJK 2019 meliputi nama Perusahaan, no Call Center, Alamat Kantor, Email, dan Website. Semoga daftar aplikasi pinjaman online yang terdaftar di OJK ini dapat membantu masyarakat mengenali penawaran legal dan aman. Jika tidak termasuk dalam daftar berikut, artinya pinjaman online tidak terdaftar di OJK.

Pertumbuhan Fintech P2P pinjaman online di Indonesia sangat fantastis di 2018 dan 2019 karena menawarkan alternatif kredit cepat cair bagi masyarakat, terutama yang terbatas akses ke perbankan.

Perlu daftar fintech OJK yang mengupas soal cara kerja dan nama perusahaan fintech.

Cara Kerja Fintech Cara kerja Fintech pinjaman online yang serba cepat dan online membawa gebrakan di dunia keuangan karena selama ini dunia perbankan dan keuangan selalu dipersepsikan sebagai lambat dan tidak dinamis.

Pengertian Fintech menurut para ahli memang menunjukkan bahwa manfaat Fintech adalah inovasi keuangan yang berujung pelayanan dan pengalaman yang lebih baik buat konsumen dan masyarakat luas.

Seiring dengan tingginya penetrasi internet dan kemajuan teknologi keuangan dalam hal AI, Machine Learning membuat Fintech menawarkan banyak produk keuangan yang belum bisa ditawarkan oleh bank dan multifinance.

Salah satu contoh Fintech di dunia adalah kisah sukses kolaborasi antara bank raksasa Amerika Serikat JP Morgan Chase dengan On-Deck, Fintech SME. Kedua institusi keuangan ini melakukan kerjasama melayani pengusaha kecil dan menengah.

Produk Fintech Terdaftar di OJK Di Indonesia, produk Fintech tumbuh bermacam – macam. Salah satu yang paling pesat adalah pinjaman online P2P atau Peer To Peer Lending.

Industri P2P dari yang hanya berjumlah kurang dari 10 di 2016, sekarang di 2019 sudah mencapai 99 perusahaan P2P terdaftar di OJK yang menawarkan pinjaman online, pinjol OJK terbaru 2019.

Produk Fintech OJK P2P Lending ditawarkan dengan menyasar berbagai segmen pasar, yaitu:

Dana Emergensi. Kebutuhan dana tunai dalam waktu cepat yang banyak dibutuhkan masyarakat dijawab Fintech dengan menawarkan produk pinjaman 24 jam langung cair, tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit. Usaha Mikro dan SME. Untuk kebutuhan dana untuk usaha, banyak Fintech menawarkan produk invoice financing dan kredit modal kerja, yang lebih mudah proses dan persyaratan dibandingkan bank. Pasar Khusus. Fintech membangun produk pinjaman untuk segmen – segmen tertentu, misalnya, penjualan pulsa telepon, kelautan dan perikanan, serta pertanian. Fintech Ilegal Tidak Terdaftar di OJK Namun, pesatnya pertumbuhan dan manfaat fintech tersebut diiringi pula oleh munculnya banyak Fintech ilegal, yang tidak terdaftar resmi di OJK dan meresahkan karena menggunakan cara penagihan yang tidak sesuai ketentuan.

Muncul kasus – kasus Fintech ilegal yang menimbulkan aduan serius ke lembaga konsumen YLKI. Aduan terutama menyangkut collection dan tingkat bunga.

Kasus Fintech ini merugikan P2P resmi yang terdaftar di OJK karena menimbulkan persepsi buruk di masyarakat soal keamanan dan kepercayaan terhadap perusahaan Fintech P2P.

Dalam laporan OJK di awal Februari 2019, Satgas Waspada Investasi telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan yang sangat tegas terhadap Fintech ilegal, dengan langkah-langkah:

Mengumumkan Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal kepada masyarakat; Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia; Memutus akses keuangan dari Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal; Menyampaikan himbauan kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal. Meminta Bank Indonesia untuk melarang Fintech Payment System memfasilitasi Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal. Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum; Peningkatan peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk penanganan Fintech Peer-To-Peer Lending ilegal; Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk menggunakan Fintech yang legal. Langkah OJK melalui Satgas Waspada Investasi ini menunjukkan bahwa OJK sangat serius menangani Fintech ilegal dan tidak segan mengambil tindakan sangat tegas.

Data Fintech OJK 2019 Salah satu cara menangkal pinjaman online fintech ilegal adalah memberikan informasi soal Fintech legal yang resmi terdaftar di OJK. Perlu daftar pinjol OJK yang bisa dilihat dan diakses secara mudah dan update.

OJK menjelaskan bahwa alamat kantor yang jelas, email yang bisa dikontak dan no telepon yang bisa dihubungi adalah indikasi Fintech yang bertanggung jawab karena peduli terhadap perlindungan konsumen.

Per Januari 2019, OJK melaporkan 99 Fintech P2P yang resmi terdaftar. Fintech terdaftar OJK ini wajib memenuhi ketentuan dan peraturan P2P OJK.

Dari penelusuran data Fintech Indonesia terdaftar di OJK, saya menemukan beberapa hal menarik soal para perusahaan pinjaman online ini:

Pertama, terdapat Fintech pinjaman online terdaftar yang tidak mencantumkan no telepon di website. Ada pula yang tidak mencantumkan email di website. Pinjol yg terdaftar di OJK 2019 selayaknya punya kontak konsumen yang jelas.

Meskipun beberapa menggunakan mekanisme chat atau mengisi ‘box Kontak Kami’. Hanya saja jika merujuk pada POJK Perlindungan Konsumen, lembaga keuangan termasuk Fintech wajib menyediakan nomer yang bisa dihubungi konsumen.

Kedua, terdapat Fintech terdaftar yang tidak mencantumkan alamat kantor di website. Meskipun jika di cek lewat google maps, kita bisa menemukan alamat kantor tersebut.

Ketiga, terdapat beberapa Fintech yang website tidak bisa diakses, tidak ditemukan atau kosong ‘blank’. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal eksistensi Fintech pinjaman online tersebut.

Keempat, ada Fintech terdaftar OJK yang merubah nama website dan brand dengan nama baru, sementara dalam laporan pendaftaran di OJK masih menggunakan nama dan brand lama yang sudah diganti. Daftar fintech ojk 2019 selayaknya sesuai dengan kondisi perusahaan terkini.

Alamat, Email OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta 10710, Indonesia.

Telepon OJK: (021) 2960 0000 (021) 385 8321; Email OJK: humas@ojk.go.id

Konsumen dan masyarakat dapat menyampaikan permintaan informasi atau pengaduan kepada OJK melalui sarana yang meliputi :

Surat Tertulis. Surat tertulis tersebut ditujukan kepada : Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Menara Radius Prawiro, Lantai 2, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH. Thamrin No. 2 Jakarta 10350 Telepon. Telepon : 157; Jam operasional : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 17.00 WIB (Kecuali Hari Libur) Email. Permintaan informasi dan pengaduan dapat disampaikan melalui email dengan alamat : konsumen@ojk.go.id Form Pengaduan Online. Konsumen atau masyarakat dapat mengirimkan pengaduan melalui form elektronik yang tersedia pada alamat: http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan.

× Apakah ada yang bisa kami bantu?